Selasa, 07 Juni 2016

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YG SUDAH WAFAT


OLEH : MUBAROK,S.Ag

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Banyak orang mengira bahwa berbakti kepada kedua orang tua itu hanya sebatas waktu mereka hidup didunia ini saja, padahal kewajiban berbakti itu tetap harus dilaksanakan sekalipun orang tua sudah meninggal dunia.
Lalu bagaimanakah caranya berbakti kepada orang tua  yang sudah  meninggal dunia ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Mari kita ikuti sebuah Hadits dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata :
بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».
Artinya : “Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban).
Berdasarkan hadits diatas dan hadits hadits lain maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa cara berbakti kepada orang tua yang sudah wafat itu ada  banyak caranya, diantaranya  :
1.                1.    الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا    (Selalu Mendo’akan kedua orang tua yang sudah wafat tersebut).hususnya doa supaya segala kesalahan dan dosanya diampuni, dan segala amal sholihnya diterima oleh Alloh Swt, dihindarkan dari Adzab neraka, kemudian dimasukkan ke Surganya Alloh Swt.  
  1. وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا  ( Selalu memohon kepada Allah supaya dosa kedua orang tua kita diampuni semuanya baik yang kecil ataupun yang besar).
  2. وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا  (Memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia).
  3. وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا (Menjalin hubungan silaturahim dengan keluarga dekat keduanya yang tidak pernah terjalin).
  4. وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا  (Memuliakan teman dekat keduanya).
Contoh : Diririwayatkan bahwa  “Apabila Ibnu ‘Umar pergi ke Makkah, beliau selalu membawa keledai sebagai ganti unta apabila ia merasa jemu, dan ia memakai sorban di kepalanya. Pada suatu hari, ketika ia pergi ke Makkah dengan keledainya, tiba-tiba seorang Arab Badui lewat, lalu Ibnu Umar bertanya kepada orang tersebut, “Apakah engkau adalah putra dari si fulan?” Ia menjawab, “Betul sekali.” Kemudian Ibnu Umar memberikan keledai itu kepadanya dan berkata, “Naiklah di atas keledai ini.” Ia juga memberikan sorbannya (imamahnya) seraya berkata, “Pakailah sorban ini di kepalamu.”
Salah seorang teman Ibnu Umar berkata kepadanya, “Semoga Allah memberikan ampunan kepadamu yang telah memberikan orang Badui ini seekor keledai yang biasa kau gunakan untuk bepergian dan sorban yang biasa engkau pakai di kepalamu.” Ibnu Umar berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّىَ
Artinya :“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya setelah meninggal dunia.” Sesungguhnya ayah orang ini adalah sahabat baik (ayahku) Umar (bin Al-Khattab).
  1. Bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada. Sesuai dengan Hadits dari Nabi saw yang berbunyi :
7.    أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ – رضى الله عنه – تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ » . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا
Artinya : “Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia. Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari )

7    7.    Berusahalah jadi orang yang selalu beribadah dan taat kepada Alloh swt dibumi ini. Sebab apabila kita selalu berbuat baik didunia ini maka orang tua kita yang sudah wafat akan selalu memperoleh bagian pahala yang selalu kita perbuat, sebab salah satu pahala yang terus mengalir kepada orang tua yang sudah wafat adalah ketika  orang tua itu memiliki anak yang sholih.

8    8.    Berusahalah jadi orang yang tidak bermaksiat kepada Alloh Swt; sebab ketika orang tua yang meninggal dunia itu meninggalkan anak yang masih senang berbuat maksiat, maka orang tua kita akan memperoleh pertanggung jawaban yang sangat berat dihadapan Alloh swt.

Dizaman sekarang ini banyak orang tua  yang shaleh namun memiliki anak yang suka berbuat maksiat. Hal ini bisa terjadi karena faktor dari si anak sendiri dan lingkungan mereka. Hal ini berpotensi membawa anak tersebut masuk ke jurang neraka di akhirat kelak.

Namun, tidak hanya akan menyeret dirinya sendiri, anak tersebut juga bisa membuat orang tua yang sudah divonis akan masuk surga akhirnya batal dan justru terjerumus ke dalam neraka.
Ada Riwayat yang menyatakan bahwa :“Telah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata: ‘Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang mendhalimiku ini!’ Sang ayah berkata: ‘Bagaimana aku mendhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian?’ Sang anak berkata: ‘Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangku.'” (Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Sya’ban 1420 H)

Dalam akhir pembicaraan ini saya mengajak, marilah kita berusaha untuk menjadi anak anak yang berbakti kepada Orang tua sekalipun mereka sudah tiada, dengan cara seperti yang sudah kita bicarakan diatas.  Dan denagn menjadi anak yang berbakti maka kita akan menjadi orang yang selamat didunia dan akhirat  seperti yang dijanjikan oleh Nabi saw dalam haditsnya yang berbunyi :
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
Artinya : “Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah &  Ahmad).

Selain itu, jika kita berbakti kepada kedua orang tua, maka kelak anak anak kita juga akan berbakti kepada kita, sesuai dengan Hadits Nabi Saw :

بِرُّوْا آبَاءَكُمْ تَبِرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ وَ عِفُّوْا تَعِفَّ نِسَاؤُكَمْ
      Artinya : “Berbaktilah pada orang tuamu, maka anak-anakmu akan berbakti kepadamu” (HR. Thabrani dari Ibnu Umar)
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.

                                                       بِاللهِ التَّوْفِقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

                                                                                                               



HIKMAH ZIARAH KUBUR


OLEH : MUBAROK,S.Ag

A.Pengertian Ziarah Kubur
Menurut Lughot/bahasa ziarah berasaldari kata ﺯَﺍﺭﻩُ - ﻳَﺰُﻭﺭُﻩُ - ﺯِﻳَﺎﺭَﺓً - ﻭَﺯَﻭْﺭًﺍ yang berarti ﻗَﺼَﺪَﻩُ yaitu “hendak bepergian menuju suatu tempat” (al Mishbahul Munir 4/119).
Jadi ziarah kubur adalah ﻗَﺼَﺪﺍْﻟﻘُﺒُﻮْﺭَ   “sengaja untuk bepergian ke kuburan”.
Menurut  Imam Qadli ‘Iyadl rahimahullah Ziarah kubur adalah :
ﺯﻳﺎﺭﺓﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻗﺼﺪﻫﺎﻟﻠﺘﺮﺣﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﺍﻹﻋﺘﺒﺎﺭ ﺑﻬﻢ   “mengunjungi kubur dengan niat mendo’akan para penghuni kubur serta mengambil pelajaran dari keadaan mereka” (al Mathla’‘alaa Abwabil Fiqhi 1/119).
Kesimpulannya, Ziarah kubur ialah berkunjung ke makam seorang Muslim yang sudah wafat, baik orang muslim biasa, orang shalih, ulama, wali atau Nabi untuk mendoakan dan mengambil I’tibar.

B.Hukum Ziarah Kubur 
Menurut Syaikh Amin al-Kurdi dalam kitabnya Tanwirul Qulub, Ia berpendapat bahwa :
تسن زيارة قبور المسلمين للرجال لأجل تذكر الموت والآخرة وإصلاح فساد القلب ونفع الميت بما يتلى عنده من القرآن لخبر مسلم : كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزورها. ولقوله عليه الصلاة والسلام : اطلع في القبور واعتبر في النشور. رواه البيهقي خصوصا قبور الأنبياء والأولياء وأهل الصلاح. وتكره من النساء لجزعنهن وقلة صبرهن، ومحل الكراهة إن لم يشتمل اجتماعهن على محرم وإلا حرم، ويندب لهن زيارة قبره صلى الله عليه وسلم وكذا سائر الأنبياء والعلماء والأولياء. اهـ [تنوير القلوب : 216]
Artinya : “Disunatkan bagi kaum laki-laki berziarah kuburnya orang-orang Islam untuk mengingat datangnya kematian dan adanya alam akhirat, serta memperbaiki hati yang buruk dan memberi manfaat kepada mayit dengan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an di tempat yang dekat dengannya, karena ada hadits riwayat Muslim yang artinya : “Aku (Nabi) dulu melarang kamu berziarahkubur, maka sekarang berziarahkuburlah kamu”. Dan juga sabda Nabi yang artinya : “Berziarahlah kubur kamu dan ambillah tauladan tentang adanya hari kebangkitan”. (HR. Muslism). Khususnya kuburan para Nabi, para wali dan orang-orang shalih. Sedangkan bagi kamu wanita ziarah kubur hukumnya makruh, karena mereka mudah meratap dan sedikit yang sabar. Makruh bagi wanita tersebut apabila ziarah mereka itu tidak mengandung hal-hal yang diharamkan, kalau mengandung hal-hal yang diharamkan, maka ziarah mereka hukumnya haram. Bagi wanita berziarah kubur ke makam Nabi Muhammad SAW. dan juga nabi-nabi yang lain demikian pula makam para ulama dan para wali hukumnya sunat”.

Sedangkan menurut Syaikh Ali Ma’shum dalam kitab “Hujjatu Ahlissunnah”Ia berpendapat :
واختلف في زيارة النساء للقبور، فقال جماعة من أهل العلم بكراهيتها كراهة تحريم أو تنزيه لحديث أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن زوارات القبور. رواه أحمد وابن ماجه والترمذي. وذهب الأكثرون إلى الجواز إذا أمنت الفتنة، واستدلوا بما رواه مسلم عن عائشة قالت : كيف أقول يا رسول الله إذا زرت القبور؟ قولي : السلام عليكم أهل ديار المسلمين. اهـ [حجة أهل السنة للشيخ على معصوم : 58]
Artinya: "Para ulama berselisih pendapat mengenai kaum wanita berziarah kubur, Segolongan ulama mengatakan makruh tahrim atau tanzih, karena ada Hadits riwayat Abu Hurairah bahwa Rusulullah SAW. mengutuk wanita-wanita yang berziarah kubur. (HR. Ibun Majah dan Tirmidzi). Sementara mayoritas ulama mengatakan boleh, apabila terjamin keamanannya dari fitnah, Dalilnya yaitu hadits riwayat Muslim dari Siti A’isyah ra dia berkata : apa yang saya baca ketika ziarah kubur, hai rasul? Rasul bersabda : bacalah Assalamu’alaikum Ahla Diyaril Muslimin”.
Berdasarkan dua pendapat Ulama diatas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa :
Ulama Ahlussunnah sepakat jika hukum ziarah kubur bagi kaum laki-laki itu hukumnya sunat secara mutlak, baik yang diziarahi itu kuburnya orang Islam biasa, kuburnya para wali, orang shalih atau kuburnya Nabi.
Sedangkan hukum ziarah kubur bagi kaum perempuan yang telah mendapat izin dari suaminya atau walinya, para ulama mentafsil sebagai berikut :
1.     Jika ziarahnya tidak menimbulkan hal yang terlarang dan yang diziarahi itu kuburnya Nabi, wali, ulama dan orang shalih, maka hukumnya sunat;
2.    Jika ziarahnya tidak menimbulkan hal yang terlarang dan yang diziarahi itu kuburnya orang biasa, maka sebagian ulama mengatakan boleh, sebagian lagi mengatakan makruh.
3.   Jika ziarahnya menimbulkan hal yang terlarang, maka hukumnya haram, berdasarkan Sabda Nabi saw :
                                          لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم زوارات القبور
    Artinya :“Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang sering menziarahi kubur.” (HR. Ibnu Majah ).

C. Dasar Hukum Ziarah Kubur
     a.    Had its Nabi SAW.
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزورها فإنها ترق القلب وتدمع العين وتذكر الآخرة، ولا تقولوا هجرا. [رواه الحاكم]
Artinya : “Aku (Nabi) dulu melarang kamu ziarah kubur, maka sekarang berziarahkuburlah kamu, karena ziarah kubur itu bisa melunakkan hati, bisa menjadikan air mata bercucuran dan mengingatkan adanya alam akhirat, dan janganlah kamu berkata buruk”. (HR. Hakim)
     b.    Hadits Nabi SAW.
عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان النبي صلى الله عليه وسلم كلما كانت ليلتها يخرج من آخر الليل إلى البقيع فيقول : السلام عليكم دار قوم مؤمنين وأتاكم ما توعدون غدا مؤجلون وإنا إن شاء الله بكم لاحقون، اللهم اغفر لأهل بقيع الغقد. [رواه مسلم]
Artinya : “Dari A’isyah ra. ia berkata : “adalah Nabi SAW. ketika sampai giliran beliau padanya (A’isyah) beliau keluar pada akhir malam hari itu ke kuburan Baqi’ seraya berkata : “Assalamu’alaikum hai tempat bersemayam kaum mukminin. Akan datang kepada kamu janji Tuhan yang ditangguhkan itu besok, dan kami Insya Allah akan menyusul kamu. Hai Tuhan ampunilah ahli Baqi’ al-Gharqad”. (HR. Muslim)

D. Hikmah Ziarah Kubur
Ada sebagian orang mengatakan “Untuk apa kita bersusah payah datang ke kuburan untuk menziarahi makam seseorang, Bukankah berdo’a di rumah juga sudah cukup, sehingga saat-saat yang penting tidak kita tinggalkan untuk berziarah saja.
Perkataan ini sepintas kilas  seakan-akan seperti benar dan masuk akal,  tetapi  mereka lupa jika didalam ziarah kubur itu mengandung banyak hikmah bagi orang yang berziarah dan mayit yang diziarahi. Adapun Hikma-hikmah tersebut  antara lain adalah :

a.    لأجل تذكر الموت   (UntukMengingatkan orang yang masih hidup di dunia ini akan datangnya kematian) yang sewaktu-waktu pasti tiba jika sudah saatnya, bahkan kedatangannya tak dapat diundur atau dimajukan, apalagi ditolak.
b.    لأجل تذكرالآخرة      (Untuk mengingatkan terhadap adanya alam akhirat), sehingga orang itu tidak hanya berfikir tentang dunia belaka, tatapi juga berfikir akhirat sehingga ia akan berusaha untuk meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT .
c.   وإصلاح فساد القلب      (Memperba'iki hati yang buruk/mental yang rusak), sehingga pada akhirnya nanti orang itu sadar akan perlunya mempererat hablum
minallah
dan hablum minannas.
d.    ونفع الميت بما يتلى عنده من القرآن     (Memberi manfaat kepada mayit secara khusus dan ahli kubur secara umum berupa pahala dari bacaan Al-Qur’an, kalimah Thoyyibah, Istighfar, shalawat Nabi dan lain-lain).

E. Adab Kesopanan Berziarah Kubur

Pada saat berziarah kubur, sebaiknya kita melakukan adab kesopanan sebagai berikut :
a. Pilihlah saat-saat yang afdlol, misalnya pada hari Jum’at, pada hari raya dan lain-lain;
b. Bacalah salam ketika masuk pintu pekuburan untuk para ahli kubur muslim secara umum.
c. Disunahkan mendekat kekuburnya seperti mendekatnya ketika ia masih hidup.
d. Disunahkan mengucapkan salam khusus untuknya seperti kita berhadapan wajah dengannya.
e. Kemudia disunahkan menghadap kiblat.
f.   Bacalah Q.s  Yasin 1 X  atau Q.s Al-ikhlas 11 X,  atau kalimah thoyyibah lainnya serta berdo’a semoga Allah SWT menerima amal shalih si mayit dan mengampuni dosa-dosanya;
g. Mengambil pelajaran, bahwa kita akan mengalami seperti apa yang dialami oleh mayit yang kita ziarahi (masuk ke dalam liang kubur, berada di alam barzah sampai datang hari kiamat nanti).
h.Tancapkanlah sebuah pelepah pohon yang basah dan taburkan bunga, sebab ia akan mendoakan simayat.
i. Tidak boleh meminta sesuatu kepada mayit.
j. Jika sudah pulang kerumah,  bershodaqohlah atas namanya.

Sekian, semoga bermanfaat untuk kita semua.


Senin, 06 Juni 2016

EMPAT GOLONGAN YG DIRINDUKAN SURGA



OLEH : MUBAROK,S.Ag

Assalamu’alaikum Wr.wb.
Rosululloh  Saw bersabda :
الْجَنَّةُ مُشْتَقٌ إِلىَ أَرْبَعَةِ نَفَر تاَلِى الْقُرْآن وحافظ اللّسا ن  ومطعم الجيعا ن والصائمين فى شهر رمضان      ِ   ٍ
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Surga akan merindukan 4 golongan, yakni orang yang gemar membaca Al-Qur’an, orang yang pandai menjaga ucapannya, orang yang mau memberikan kepada mereka yang sedang lapar, dan orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan”.
Berdasarkan Hadits diatas, maka dapat kita ketahui bahwa Surga itu rindu kepada 4 golongan manusia.
Lalu,.. Siapakah keempat golongan manusia itu ?
Mereka adalah :
Pertama  :  تالي القرآن  (Orang yang gemar membaca Al-Quran).
Sebagaimana nasehat Nabi Muhammad SAW., yang mengamanahkan umatnya untuk belajar tanpa peduli umur dari lahir hingga masuk ke liang lahat. Satu-satunya bacaan yang berpahala hanyalah membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an dengan lancar maka setiap huruf akan mendapatkan pahala 1. Dan bagi yang belum lancar membacanya akan mendapatkan pahala 2 per huruf, dengan catatan ia masih tetap mau belajar.
Ali bin Abi Thalib kw pernah mengatakan:” Membaca al-quran dalam keadaan shalat maka baginya adalah setiap huruf yang ia baca 50 kebaikan, barang siapa yang membaca al-quran diluar shalat dalam keadaan berwudhuk maka baginya setiap hurfnya 25 kebaikan, dan barangsiapa yang membaca al-quran dengan tidak berwudhu maka baginya setiap hurufnya pahala 10 kebaikan”.
 Perumpamaan orang mukmin yang mau membaca al-quran bagaikan buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tak mau membaca al-quran bagaikan seperti buah kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis. Sedangkan seorang munafik yang membaca al-quran seperti buah Raihanah, baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-quran bagaikan buah hanzalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.
” Tiada hari tanpa membaca Al-Qur’an. Dan sebaik-baiknya bacaan itu adalah Al-Qur’an”. Maka dari itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, apalagi dibulan yang penuh keberkahan ini, semua pahala akan dilipat gandakan.
Kedua :  وحافظ اللّسان   (orang   yang selalu  menjaga lisan).
sebagaimana hadist nabi yang berbunyi, Akan selamatlah manusia yang bisa menjaga mulutnya”. Lisan dapat menyebabkan orang saling bemusuhan dan bercerai berai. Maka alangkah baiknya bila bulan Ramadhan ini dapat dimanfaatkan untuk belajar menjaga lisan.
Menjaga lidah, dari mengucapkan sesuatu yang bisa menyakitkan hati orang yang mendengarnya, hendaklah kita hindarkan, demikian juga perbuatan kita. Karena semua perbuatan kita di dunia ini semuanya akan dipertanggung jawabkan disisi Allah SWT., di akhirat nanti.
Maka Nabi Saw mengingatkan :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari yang akhir maka hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam” (HR. Bukhori)
Abu bakar ashidiq pernah memasukan sebuah batu kedalam mulutnya supaya tidak berkata yang mengandung dosa.
Ketiga :   ومطعم الجيعان (orang yang gemar memberi makan orang yang lapar).
Ibadah puasa mengajarkan manusia untuk mengerti dan memahami apa yang dirasakan saudaranya. Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa juga berpahala sangat besar. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW., “Orang yang memberi makan orang yang berpuasa akan memperoleh pahala seperti orang yang puasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu.”
Memberikan makan bagi orang yang kelaparan, ini satu kesempatan baik bagi kita umat Islam yang diberikan Allah kelebihan rezki, untuk rajin bersedekah terutama memberi makanan berbuka puasa untuk orang-orang yang berpuasa.
Keempat :  والصائمين فى شهر رمضان   (orang-orang yang  berpuasa di bulan Ramadhan).
Sebuah riwayat menceritakan betapa para sahabat Nabi merasa sedih dan menangis karena akan ditinggal bulan Ramadhan. Para sahabat tersebut berdoa agar bulan Ramadhan dapat berlangsung sepanjang tahun. Dengan riwayat tersebut dapat disimpulkan betapa besarnya berkah dan anugrah yang ditawarkan Allah melalui bulan Ramadhan.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr.wb.