Jumat, 29 November 2024


 Jum'at, 29 November 2024 sekitar pukul 14.30 s/d 16.00 WIB, Mubarok, S. Ag selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Negerikaton Memberikan Bimbingan dan Penyuluhan kepada Jamaah Majlis Ta'lim Al-Ikhlas Desa Sidomulyo yang dihadiri oleh sekitar 70 kaum hawa. 

Dalam acara tersebut Mubarok menyampaikan tentang bahaya Judi online, dan setelah itu ia menyampaikan Adab adab berwudhu, diantaranya Bersiwak sebelum berwudhu, membaca Basmallah supaya wudhunya jadi sempurna, membaca doa agar terhindar dari was was atau godaan syetan. Dan setelah itu Penyuluh Agama Islam Negerikaton ini mengajak Jamaah untuk menghafal Doa membasuh tangan dan Doa ketika berkumur kumur sehingga Jamaah menjadi hafal. 

Dan Akhirnya Mubarok mengajak agar jamaah dapat menjaga hafalan tersebut dengan cara mengamalkannya, sebab ilmu itu akan betah tinggal pada seseorang yang mengamalkannya, dan sebaliknya ilmu itu akan hilang dan pergi dari orang yang tidak mau mengamalkannya, demikian ungkapnya. 


Minggu, 17 November 2024

TAHSINUL QUR'AN

 

Senin, 18 November 2024.

Disetiap Ruang Kankemenag Kab. Pesawaran telah mengadakan kegiatan Tahsinul Qur'an dengan tujuan supaya seluruh pegawai kemenag dapat membaca Alqur'an dengan baik dan benar sesuai dengan Ilmu Tajwid dan Makharijul hurufnya, sehingga setiap membaca Alqur'an akan dapat memperoleh pahala dan Ridha dari Allah T'ala. 

Pada kesempatan ini Mubarok, S. Ag selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Negerikaton menghimbau kepada kawan kawanya agar ketika ada huruf nun yang bertasydid hendaklah dibaca dengan Ghunnah atau ditekan kira kira dua atau tiga ketukan, sehingga bacaan huruf nunnya menjadi benar. Kawan kawan diruang Pokjaluh sangat antusias didalam mengikuti kegiatan Tahsinul Qur'an tersebut, sebab mengharapkan Ridha dan pahala dari Allah Ta'ala diakhirat kelak. 


PELATIHAN MASJID RAMAH ANAK

 

Dalam Acara Pelatihan Masjid Ramah anak yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Pesawaran pada hari Kamis tanggal 31 Oktober 2024, Yang dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Ketua DMI Kabupaten pesawaran, serta diikuti oleh 50 Orang peserta yang berasal dari Takmir masjid di wilayah kab. Pesawaran. 

Dalam acara tersebut Mubarok, S. Ag Seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Negerikaton Kab. Pesawaran yang pada saat itu menjadi nara sumber mengatakan bahwa sudah seharusnya semua masjid dan Mushalla yang ada di kabupaten Pesawaran ini selain menjadi Tempat Shalat berjamaah, dan tempat belajar bagi orang tua, juga seyogyanya menjadi tempat belajar dan aktifitas anak anak dengan cara yang ramah. 

Seharusnya semua pihak yang berkaitan dengan kegiatan Masjid, seperti Takmir, Marbot, Guru Ngaji dan jamaah semuanya bersepakat dan bersama sama untuk menjadikan Masjidnya menjadi Masjid Ramah anak. Sebab Anak anak kita ini adalah Generasi bangsa kita, jika sejak kecil mereka sudah terbiasa dimasjid, maka Insya Allah sampai tua mereka juga akan tetap betah dimasjid dan menjadi pemakmur Masjid, serta menjadi pejuang bangsa yang Sholih dan bertakwa. 

Selain itu Mubarok, S. Ag juga menganjurkan agar sepulangnya dari sini para Takmir Masjid bermusyawarah dengan anggotanya, untuk memasang Plang Masjid Ramah anak di masjidnya Masing masing, dan meminta kepada Ketua DMI untuk di terbitkan SKnya. 

Demikian sebagian  dari materi yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kec. Negerikaton. 

Semoga bermanfaat. 

Rabu, 15 Maret 2023


 TIGA MACAM MANUSIA MENURUT IMAM GHAZALI

Dalam kesempatan lain Mubarok,S.Ag Penyuluh Agama Islam Negerikaton Kabupaten Pesawaran menyampaikan didepan Jamaah Desa Tritunggal, bahwa didalam Kitab Bidayatul Hidayah, Imam Ghazali membagi manusia menjadi tiga macam, yaitu :

1. Salimun, Orang yang selamat, yaitu golongan orang orang yang didalam hidupnya senantiasa menjalankan perkara perkara yang wajib, tidak menjalankan perkara perkara sunah, tetapi segala larangan larangan Allah mereka tinggalkan.

2. Rabihun, Orang yang beruntung, yaitu golongan orang orang yang didalam kehidupannya senantiasa melaksanakan perkara perkara wajib, dan juga melaksanakankan perkara perkara yang sunah, disamping itu mereka juga meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah dan RasulNya.

3. Khasirun, Orang yang rugi, yaitu golongan orang orang yang dalam kehidupan sehari harinya mereka enggan menjalankan perkara wajib, enggan menjalankan yang sunah, dan senang menjalankan perkara perkara yang mengandung unsur maksiat.

Imam Ghazali menghimbau kepada seluruh manusia agar bersungguh sungguh berusaha untuk menjadi golongan yang beruntung ( Rabihun ), Jika tidak mampu maka jadilah golongan yang selamat ( Salimun ), dan jangan sampai menjadi golongan yang rugi ( Khasirun ).

    Sebelum menutup Tausiahnya, Mubarok mengajak kepada jamaah agar selalu hidup rukun dan damai kepada sesama manusia, baik kepada yang sesama Muslim maupun kepada yang non Muslim.
Islam adalah Agama yang senantiasa mengajak hidup damai dan rukun, dan bukan Agama yang mengajak manusia untuk saling membenci dan bermusuhan. Demikian Pungkasnya.




Selasa, 14 Maret 2023


 PUASA DALAM PERSPEKTIF TASAWUF IMAM GHAZALI

Jum'at 10 Maret 2023 jam 14.00 WIB, Mubarok,S.Ag seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Negerikaton Menyampaikan Bimbingan dan Penyuluhan kepada Jamaah MT. Al-Ikhlas Desa sidomulyo tentang sunah sunah puasa dan Puasa dalam Perspektif Tasawuf Imam Ghazali.

    Dalam Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 90 orang jamaah ibu ibu Majlis Ta'lim tersebut.
Mubarok menyampaikan materi :

A. Sunah sunah Puasa adalah "Mengakhirkan Sahur, menyegerakan berbuka menggunakan buah kurma atau seteguk air sebelum shalat Maghrib, berlaku dermawan, dan i'tikaf di hari 10 Akhir bulan Ramadhan, demikian penjelasannya.

B. Menurut Tasawuf Imam Ghazali Puasa itu dibagi 3 tingkatan, yaitu :
1. Shaumul 'umum ( Puasanya orang awam ), yaitu Mencegah diri dari makan, minum, bersenggama dan segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.
Puasa pada tingkatan ini, orang awam hanya sekedar menggugurkan kewajiban, dan belum dibarengi dengan meninggalkan perbuatan perbuatan khilaf dan dosa. Sehingganya belum begitu bisa merubah prilaku dan akhlak pelakunya untuk menjadi takwa.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang artinya "Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa apa dari puasanya, kecuali hanya lapar dan dahaga"
2. Shaumul Khusus ( Puasanya orang orang khusus yaitu orang shalih dan bertakwa ) yaitu " Mencegah seluruh anggota tubuh seperti lisan, mata, telinga, tangan, kaki, kemaluan, dan lain lain dari segala perbuatan haram dan akhlak yang tercela".
Puasa semacam ini akan membentuk perubahan besar pada pelakunya, hingga membentuk kepribadian yang baik dhahir batin, baik ucapan, perbuatan, dan bersih hatinya.
Sehingga dalam keseharianya ia akan menjadi sosok manusia yang santun dan menyebarkan kebaikan dimasyarakatnya. Dan inilah yang dimaksud dengan la'allakum Tattaqun.
Puasa yang dilakukan oleh orang khusus bukan berarti meninggalkan puasanya orang awam. maksudnya disamping  ia menjaga seluruh anggota tubuhnya untuk tidak berbuat dosa, ia juga tetap melakukan puasa yang berupa tidak makan dan tidak minum seta tidak bersenggama disiang hari.
3.Shaumul Khususil Khusus ( Puasanya orang terkhusus yakni para Nabi dan Para Wali Allah ), yaitu "Menjaga hati dari merenungkan dan menyaksikan Allah S.w.t".

Bimbingan ini disampaikan dengan harapan agar kita dapat menaikan kualitas puasa kita dari puasa awam kepuasa khusus, walaupun mungkin sulit untuk naik kepuasa khususul khusus.
sehingga kita dapat menjadi golongan orang orang yang selamat dan bahagia dari dunia sampai akhirat.
Aamiin.


 AKTUALISASI NILAI ISRA' MI'RAJ DALAM KEHIDUPAN

Mubarok,S.Ag sebagai Penyuluh Agama Islam Kecamatan Negerikaton melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan Agama kepada Siswa siswi SMA.N 1 Kecamatan Negerikaton dalam acara Istighasah dan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi besar Muhamad S.a.w yang diselenggarakan pada hari Jum'at 10 Maret 2023 jam 09.00 WIB.
    Dalam Tausiahnya, Mubarok menyampaikan tentang beberapa nilai isra' mi'raj yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari hari, diantaranya :
1. Isra' merupakan Perjalan Nabi Muhamad S.a.w dari Masjidil haram ke masjidil Aqsha.
Hal ini mengandung Pelajaran untuk kita semua, yaitu setiap kita juga harus selalu mengadakan perjalanan hidup, semisal berjalan dari kebodohan menuju kepada berpengetahuan, perjalanan dari sifat malas belajar menuju rajin belajar, perjalanan dari prilaku kurang baik menuju berprilaku baik, dan lain sebagainya.
Selain itu kita juga sangat dianjurkan untuk sering mengadakan kegiatan kebaikan dari masjid kemasjid.
Nabi Muhamad ketika Hijrah dari Mekah kemadinah, sesampainya dimadinah yang dibangun pertama kali adalah Masjid, bukan yang lainnya, hal ini disebabkan karena selain untuk beribadah kepada Allah, masjid juga berfungsi untuk menyatukan umat, dan membentuk kader kader pejuang islam.
Dengan demikian maka melalui peringatan ini, mari kita jadikan Masjid sebagi tempat kita menempa diri dalam kebaikan, sebagai tempat belajar Agama, sehingga kita bisa menjadi orang yang sukses dunia dan Akhirat.
2. Ketika Isra' Mi'raj Nabi Muhamad di bimbing oleh seorang Malaikat yaitu Malaikat Jibril yang terus membimbing Nabi dari Mulai berangkat hingga berjumpa kepada Allah, dan terus membimbing Nabi dalam kehidupan sehari harinya. ini berarti Nabi Muhamad selalu hidup bersama dengan Gurunya yaitu Jibril.
Hal ini adalah pelajaran bagi kita semua, yaitu dalam mengarungi kehidupan sehari hari kita harus memiliki guru yang terus membimbing kita kearah kebaikan dan keselamatan dunia aakhirat.
3. Ketika Isra' Mi'raj Nabi Muhamad juga memakai kendaraan dari Surga yaitu Buraq.
Dinamakan Buraq karena ia selalu berjalan bagaikan kilat, begitu berangkat sekejap itu pula ia akan sampai. ini berarti pada Zaman itu Nabi sudah memakai Alat Transportasi yang sngat canggih.
Hari ini kita juga mengadapi alat yang begitu canggih, semisal internet. kalau zaman dahulu, sebelum ada internet, kita ingin berdialog dengan saudara di jawa maka kita harus berangkat kejawa terlebih dahulu, sekarang kita cukup menggunakan Hp; dizaman dulu kalau kita mau kirim surat kejawa, kita harus menulis dilembaran kertas kemudian kita kirim lewat kantor post dan seminggu kemudian surat tersebut baru bisa sampai kejawa, dizaman sekarang kita cukup menulis lewat sms atau WA, begitu dikirim bisa langsung sampai tanpa hitungan detik. oleh karenannya gunakanlah digitalisasi ini sebagai alat atau sara berbuat dan menyebarkan kebaikan, bukan sebaliknya.
4. Mi'raj adalah perjalan Nabi dari Masjidil aqsha menuju kelangit dan terus ke sidratul muntaha, dan terus melaju keatas.
arah atas adalah simbol kemulyaan, hal ini mengajarkan agar kita juga senantiasa berusaha menjadi orang yang mulya didunia dan diakhirat.
Dan kemulyaan itu bisa diraih setelah ada usaha dan perjuangan hidup. ini berarti "Siapa yang ingin Mulya maka ia harus mau berusaha dan berjuang".
Yang ingin Mulya dengan Ilmunya maka ia harus rajin belajar, siapa yang ingin mulya dengan harta maka ia harus rajin bekarja, dan siapa yang ingin mulya hidup disurga maka ia harus rajin ibadah, beramal shalih, beraqidah yang benar, dan baerbuat baik kepada sesama manusia dan lingkungan.
5. Akhir dari peristiwa adalah Nabi berjumpa dengan Allah dan mendapat tugas menjalankan Shalat 5 waktu. ini berarti kita harus senantiasa berusaha untuk bisa selalu berhubungan dengan Allah Tuhan kita dan selalu menjalankan Shalat 5 waktu dalam setiap harinya.

Demikian Tausiah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam kecamatan Negerikaton, semoga bermanfaat.


PUASA DALAM PERSPEKTIF TASAWUF 

Mubarok,S.Ag, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran menyampaikan Mau'idhatul hasanah pada acara Songsong Ramadhan yang diadakan di Masjid Al-ikhlas Kantor kementerian Agama Kabupaten Pesawaran pada hari Senin 13 Maret 2023 jam 09.00 pagi sampai selesai.
          Acara tersebut dihadiri oleh Para Pejabat Kankemenag dan Seluruh ASN beserta Ibu ibu Dharmawanitanya.
         Dalam Acara tersebut, Mubarok,S.Ag Menyampaikan Tausiahnya dengan Tema "Puasa menurut Konsep Tashawuf".

Dengan Tema Tersebut ia berharap agar dirinya dan jama'ah bisa meningkatkan Kualitas Ibadah Puasa Ramadhan nanti, yakni tidak hanya sekedar lapar dan haus yang diperoleh, tetapi juga mendapatkan Ridha dan Rahmat Allah, sekaligus dapat mengadakan perubahan diri kearah pribadi yang lebih baik, yakni baik dhahir dan baik batin, baik perbuatan, baik ucapan dan baik hati.

        Dalam Ceramahnya ia mengatakan bahwa dalam konsep tasawuf, Puasa itu ada 3 macam, yaitu  Puasa Syari'at, Puasa Thariqat dan Puasa Hakikat.
1. Puasa Syari'at adalah "Mencegah diri dari makan, minum dan bersenggama disiang hari". 
    Pada tahap ini orang yang melakukan puasa hanya sekedar menggugurkan kewajiban, yang penting 
    ia tidak makan, tidak minum, dan tidak melakukan persenggamaan sejak terbitnya fajar hingga ter-
    benamnya matahari. disamping itu lidah dan anggota anggota tubuh lainya ia biarkan untuk melaku
    kan berbagai kemaksiatan. maka berlakukah Hadits Nabi yang artinya "Betapa banyak orang orang 
    yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa apa dari puasanya  kecuali lapar dan haus".
    Puasa seperti ini tentu  belum bisa mengadakan perubahan prilaku kearah yang lebih baik bagi pela
    kunya.
2. Puasa Thariqat, yaitu "Mencegah semua anggota tubuh dari perbuatan perbuatan yang haram yang di
    larang oleh Agama; dan mencegah hati dari sifat sifat yang tercela seperti riya, ujub dan lain seba
    gainya, baik diwaktu siang maupun diwaktu malam.
    Puasa semacam ini tentu akan dapat membawa perubahan besar bagi pelakunya, sebagai contoh ada
    lah "Sang pelaku Puasa tidak akan pernah menggunakan lisannya untuk menggunjing, memfitnah, 
    berdusta, mencaci maki, menyebar kebencian serta perpecahan, dan lain sebagainya".
            Jika Puasa Syari'at dan Puasa Thariqat dipadukan jadi satu dan dikerjakan secara bersama sama
    maka sudah barang pasti sang pelaku puasa akan menjadi sosok manusia yang baik, berbudi luhur, 
    shalih dan bertakwa. Dan Puasa semacam inilah yang dimaksud oleh Allah s.w.t didalam Al-qur'an.
3.  Puasa Hakikat, yaitu " Mencegah hati dari merenungkan dan menyaksikan  selain  Allah s.w.t".
     Puasa tahap ketiga ini adalah puasa yang biasa dilakukan oleh para Nabi dan wali wali Allah S.w.t,
     dengan tanpa meninggalkan Puasa Syari'at dan Puasa Thariqat seperti tersebuat diatas.
              Dan Tahapan Puasa Hakikat ini akan menimbulkan pelakunya  menjadi sosok manusia
     yang Arif billah dan Muqarabin atau manusia yang sempurna,

Demikian Mau'idhatul hasanah yang disampaikan oleh Mubarok,S.Ag sang Penyuluh Agama Islam 
yang bertugas di KUA Kecamatan Negerikaton, yang ia ambil dari Kitab Sirul Asrar karya Syekh Ab
dul Qadir Aljilani Q.s. dan Kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali.
Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.
     


         

 

Kamis, 01 Desember 2022

 

ISI KANDUNGAN Q.S  YAASIIN AYAT 1 – 6

Oleh : Mubarok,S.Ag

 

Yaa siin (QS. Yasin ayat 1)

Artinya : Hanya Allah yang mengetahui maksudnya ( Q.s. Yasin ayat 1 ) 

Isi Kandungan :

Allah memulai surah ini dengan huruf Yà Sìn. Pada surah-surah sebelumnya telah dibicarakan mengenai awal surah yang dimulai dengan huruf-huruf abjad. Pada kesimpulannya disebutkan bahwa pendapat yang terkuat menetapkan huruf-huruf abjad itu dimaksudkan sebagai peringatan untuk membangkitkan minat orang yang membacanya kepada hal-hal penting yang akan disebutkan dalam ayat-ayat sesudahnya. Tetapi, dari riwayat Ibnu 'Abbas diperoleh keterangan bahwa ya sin bermakna ya insan (wahai manusia) yakni wahai Muhammad. Demikian pula pendapat Abu Hurairah, 'Ikrimah, adh-ahhak, Sufyan bin Uyainah dan Sa'id bin Jubair. Menurut mereka, ya sin berasal dari logat Habsyah. Sedang Malik yang meriwayatkan dari Zaid bin Aslam menyebutkan arti ya sin adalah kependekan dari nama-nama Allah. Ada lagi yang berpendapat ya sin ringkasan dari kalimat "Ya Sayidal Basyar", yakni Nabi Muhammad sendiri. Atau ia adalah salah satu nama dari Al-Qur'an. Namun demikian, mayoritas ulama menyerahkan arti ya sin kepada Allah. (untuk lebih jelasnya, lihat tafsir surah al-Baqarah/2: 1) (Tafsik Kemenag RI).

 

Wal-qur`ānil-akīm (QS. 36:2)

Artinya : Demi Al Quran yang penuh hikmah, (QS. Yasin ayat 2)

Isi Kandungan :

Allah bersumpah dengan Al-Qur'an yang penuh hikmah. Ada beberapa arti hikmah yang disarikan dari pendapat-pendapat ahli tafsir yakni: kata "hikmah" di sini muhkam, berarti yang telah pasti benarnya, dan tidak mungkin terdapat di dalamnya sesuatu yang batil (tidak benar) baik makna lafadh, tujuan, hikmah, kisah, hukumnya, dan lain-lain walaupun ditinjau dari segi apa pun. "Hakim" adalah suatu sifat yang dimiliki oleh orang yang berakal (cerdas). Demikian halnya Al-Qur'an, dengan hikmah yang dikandungnya memberi bekal kehidupan manusia untuk menyucikan hati mereka dan memberi rasa kepuasan rohani. Dengan kesucian hati dan kejernihan pikiran, akan terbuka rahasia-rahasia yang terkandung di alam ini. Al-Qur'an memberi bimbingan hidup yang penuh dengan kebijaksanaan, segala ajarannya sejalan dan harmonis dengan pikiran yang sehat dan kehendak nafsu yang terkendali, yakni jalan pikiran yang menuju ke arah kemaslahatan manusia.

 Innaka laminal-mursalīn (QS. 36:3)

Artinya : Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, (QS. Yasin ayat 3) 

Isi Kandungan :

Aku bersumpah bahwa sungguh, engkau adalah salah seorang dari rasul-rasul, wahai Nabi Muhammad. Engkau Kami utus untuk mengingatkan manusia dan memberi mereka petunjuk guna meraih kebahagiaan di dunia dan akhir. Ayat ini menyatakan bahwa tujuan sumpah Allah dengan Al-Qur'an yang mengandung hikmah itu adalah pernyataan bahwa Nabi Muhammad merupakan salah seorang di antara para rasul Allah yang diutus membawa kebenaran. Hal ini merupakan penolakan tegas terhadap orang-orang yang tidak memercayai Muhammad sebagai rasul Allah.

'alā irāim mustaqīm (QS. 36:4)

Artinya : (yang berada) diatas jalan yang lurus, (QS. Yasin ayat 4)

Isi Kandungan :

Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah berada pada jalan yang lurus. Hal ini sebagai penegasan bahwa agama dan syariat yang dibawa Nabi Muhammad itu adalah benar, lurus, berasal dari Allah. Salah satu ciri dari risalah Muhammad selalu berada pada jalan yang lurus. Kebenaran yang dibawanya jelas, tanpa mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan. Syariat Muhammad saw tidaklah cenderung mengikuti keinginan hawa nafsu manusiawi, tetapi senantiasa mendorong manusia menuju kepada kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Firman Allah:
Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus. (asy-Syura/42: 52)

Tanzīlal-'azīzir-raīm (QS. 36:5)

Artinya : (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, (QS. Yasin : 5)

Isi Kandungan :

Ayat ini dengan tegas menentukan kedudukan Al-Qur'an, yakni kitab suci yang berasal dari Allah, bukan kitab suci hasil karangan manusia. Allah telah menyatakan kepada para hamba-Nya agar memahami hakikat kitab suci yang diturunkan-Nya, yaitu dari Zat Yang Maha Perkasa, yang bertindak seperti apa yang dikehendaki-Nya, tetapi Dia juga Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Kasih sayang itu tertuang dalam Al-Qur'an yang mengandung rahmat bagi seluruh manusia.
Arti yang serupa dengan ayat ini adalah:
Dan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam. (asy-Syu'ara'/26: 192)
 

Litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfiln (QS. 36:6)

Artinya : Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. (QS. Yasin ayat 6)

Isi Kandungan :

Adapun hikmah penurunan Al-Qur'an antara lain untuk memberi peringatan kepada bangsa Arab yang belum pernah diutus kepada mereka seorang rasul. Dalam ayat ini disebutkan kerusakan moral bangsa Arab akibat sifat lalai dalam hati mereka. Hati yang lalai ialah hati yang tidak melaksanakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Mereka adalah bangsa Arab keturunan Nabi Ismail yang belum pernah dikirim seorang rasul pun kepada mereka. Oleh karena itu, mereka belum mengenal syariat yang membawa manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Adapun kata qaum yang mengandung pengertian khusus ditujukan kepada bangsa Arab saja, tidak mengubah maksud risalah yang sebenarnya, yakni tertuju kepada seluruh manusia, sebagaimana ditegaskan dalam ayat lain:
Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua. (al-A'raf/7: 158)

 

Rabu, 30 November 2022

 

                     TIGA KELOMPOK MANUSIA MENURUT IMAM ALGHOZALI

                                                Oleh : Mubarok,S.Ag

Didalam Kitab Bidayatul Hidayah, imam Alghozali berpendapat bahwa manusia itu dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : 1. Salimun, 2. Robihun, 3. Khosirun.

 Keterangan :

1. Salimun, yaitu kelompok orang orang  yang selamat dalam hidupnya, baik kehidupan dunia maupun Akhirat.  Dan mereka itu adalah :

    a). Orang orang yang istiqamah didalam mengerjakan perkara perkara yang  fardu, seperti Shalat                  lima waktu, Puasa Ramadlan, Zakat, haji, dan lain lain.

    b). Mereka belum mau mengerjakan perkara perkara yang sunah, seperti belum mau Shalat Rawatib,            tahajud, dhuha, puasa hari senin dan kamis, dan lain lain.

    c). Dan didalam hidupnya mereka senantiasa  meninggalkan perkara perkara maksiat.

2. Robihun, Yaitu kelompok orang orang yang beruntung dalam hidupnya, baik didunia maupun di            akhirat. Dan mereka itu adalah :

    a). Orang orang yang istiqamah didalam mengerjakan perkara perkara yang  fardu, seperti Shalat                  lima waktu, Puasa Ramadlan, Zakat, haji, dan lain lain.

    b).  Mereka juga sudah  mau mengerjakan perkara perkara yang sunah, seperti Shalat Rawatib,                       tahajud, dhuha, puasa hari senin dan kamis, dan lain lain.

     c). Dan didalam hidupnya mereka senantiasa  meninggalkan perkara perkara maksiat.

3. Khosirun, Yaitu Kelompok orang yang rugi dalam hidupnya, baik didunia maupun diakhirat, Dan           Mereka itu adalah :

     a). Orang orang yang sudah senang berIbadah  tetapi juga masih senang berbuat maksiat ( STMJ                   =Shalat terus, maksiat jalan )

      b). Orang orang yang sudah tidak mau bermaksiat, tetapi juga belum mau beribadah.

      c). Orang yang masih senang bermaksiat, dan belum mau beribadah.  Intinya “ belum mau                            beribadah fardhu dan sunah, dan belum mau meninggalkan keburukan”

 

Rabu, 06 Juli 2022

 

ISI KANDUNGAN AL-QUR'AN SURAT AL-KAUTSAR

Oleh : Mubarok,S.Ag


1.Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat  1

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

Artinya : Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (QS. Al-Kausar ayat 1)

Tafsir Ringkas Kemenag Kementrian Agama RI

Wahai Nabi Muhammad, sungguh Kami telah memberimu nikmat yang banyak dan langgeng, meliputi kenikmatan duniawi maupun ukhrawi, seperti kenabian, Al-Qur’an, syafaat, telaga di surga, dan sebagainya.

Tafsir al-Jalalain  [ Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi ]

(Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu) hai Muhammad (Al-Kautsar) merupakan sebuah sungai di surga dan telaga milik Nabi saw. kelak akan menjadi tempat minum bagi umatnya. Al-Kautsar juga berarti kebaikan yang banyak, yaitu berupa kenabian, Alquran, syafaat dan lain sebagainya. 

Tafsir Ibnu Katsir  [ Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir ]

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, dari Al-Mukhtar ibnu Fulful, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. menundukkan kepalanya sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau Saw., "Mengapa engkau tersenyum?" Maka Rasulullah Saw. menjawab, "Sesungguhnya barusan telah diturunkan kepadaku suatu surat." Lalu beliau membaca firman-Nya: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. (Al-Kautsar: l), hingga akhir surat. Lalu Rasulullah Saw. bersabda, "Tahukan kalian, apakah Al-Kautsar itu?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah bersabda:

Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga, padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat; jumlah wadah-wadah (bejana-bejana)nya sama dengan bilangan bintang-bintang. Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku.” Maka dikatakan, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu."

2.Al-Qur’an Surat   Al-Kautsar  ayat  2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya : Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. (QS. Al-Kausar : 2)

Tafsir Ringkas Kemenag Kementrian Agama RI

Karena itu, sebagai rasa syukurmu kepada Tuhanmu, maka laksanakanlah salat dengan ikhlas semata-mata karena Tuhanmu, bukan dengan tujuan ria; dan berkurbanlah demi Allah dengan menyembelih hewan sebagai ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Tafsir al-Jalalain  [ Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi ]

(Maka dirikanlah salat karena Rabbmu) yaitu salat Hari Raya Kurban (dan berkurbanlah) untuk manasik hajimu.

Tafsir Ibnu Katsir  [ Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir ]
Yakni sebagaimana Kami telah memberimu kebaikan yang banyak di duni adan akhirat, antara lain ialah sebuah sungai yang sifat-sifatnya telah disebutkan di atas; maka kerjakanlah salat fardu dan salat sunatmu dengan ikhlas karena Allah dan juga dalam semua gerakmu. Sembahlah Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan sembelihlah korbanmu dengan menyebut nama-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Hal yang senada disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku. hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”(Al-An'am: 162-163)

Tafsir Quraish Shihab [ Muhammad Quraish Shihab ]

Dan jika kamu telah diberikan hal tersebut, maka kerjakanlah selalu salat dengan penuh ikhlas, dan sembelihlah kurbanmu sebagai bentuk kesyukuranmu atas karunia yang telah dilimpahkan kepadamu dan kebaikan yang diberikan khusus untukmu.

3.Al-Qur’an Surat Al-Kautsar  ayat 3

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (QS. Al-Kausar ayat 3)

Tafsir Ringkas Kemenag Kementrian Agama RI

Sungguh orang-orang yang membencimu dan mengacuhkan hidayah yang engkau bawa, dialah orang yang terputus. Tidak hanya terputus jejaknya, mereka pun dijauhkan dari rahmat Allah dan segala kebaikan. Keteladanan dan kebaikanmu akan terus menjadi pembicaraan sepanjang zaman dan keturunanmu akan terus mewarisi kebaikanmu.

Tafsir al-Jalalain [ Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi ]

(Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu) yakni orang-orang yang tidak menyukai kamu (dialah yang terputus) terputus dari semua kebaikan; atau putus keturunannya. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang yang bersikap demikian, dia adalah 'Ash bin Wail, sewaktu Nabi saw. ditinggal wafat putranya yang bernama Qasim, lalu 'Ash menjuluki Nabi sebagai Abtar yakni orang yang terputus keturunannya.

Tafsir Ibnu Katsir  [ Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir ]
Yakni sesungguhnya orang yang membencimu, hai Muhammad, dan benci kepada petunjuk, kebenaran, bukti yang jelas, dan cahaya terang yang kamu sampaikan; dialah yang terputus lagi terhina, direndahkan dan terputus sebutannya. Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, dan Qatadah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-As ibnu Wa-il.

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari yazid ibnu Ruman yang mengatakan bahwa dahulu Al-As ibnu Wa-il apabila disebutkan nama Rasulullah Saw., ia mengatakan, "Biarkanlah dia, karena sesungguhnya dia adalah seorang lelaki yang terputus, tidak mempunyai keturunan. Apabila dia mati, maka terputuslah sebutannya." Maka Allah menurunkan surat ini.

Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Jahal. Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas, bahwa makna: sesungguhnya orang-orang yang membencimu. (Al-Kautsar: 3) Yakni musuhmu. Pendapat ini lebih mencakup dan meliputi semua orang yang bersifat dan berkarakter demikian, baik dari kalangan mereka yang telah disebutkan di atas maupun yang lainnya.

ikrimah mengatakan bahwa al-abtar artinya sebatang kara. As-Saddi mengatakan bahwa dahulu mereka apabila meninggal dunia keturunannya laki-laki mereka, maka mereka mengatakannya abtar (terputus keturunannya). Dan ketika putra-putra Nabi Saw. semuanya meninggal dunia, maka mereka mengatakan, "Muhammad telah terputus." Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus. (Al-Kautsar: 3)

Pendapat ini senada dengan apa yang telah kami sebutkan di atas yang mengatakan bahwa abtar ialah orang yang tidak mempunyai keturunan laki-laki. Maka orang-orang kafir Quraisy itu mengira bahwa seseorang itu apabila anak-anak lelakinya mati, maka terputuslah sebutannya.

Padalah tidaklah demikianlah kenyataannya, bahkan sebenarnya Allah mengekalkan sebutan Nabi Saw. di hadapan para saksi dan mewajibkan syariat yang dibawanya di atas pundak hamba-hamba-Nya, yang akan terus berlangsung selamanya sampai hari mereka dihimpunkan untuk mendapat pembalasan. Semoga salawat dan salam-Nya terlimpah-kan kepadanya selama-lamanya sampai hari kiamat.

Tafsir Quraish Shihab  [ Muhammad Quraish Shihab ]

Sesungguhnya orang yang membencimu adalah terputus dari segala kebaikan.

 

Kamis, 25 Maret 2021

 

PERSIAPAN MENYAMBUT HADIRNYA RAMADHAN


Ada beberapa cara didalam mempersiapkan hadirnya bulan Ramadhan, yaitu :

1.Tanamkan Rasa Gembira dengan akan hadirnya bulan Puasa.
   Sebab dengan Rasa bahagia tersebut maka kita  akan senang pula didalam
   Menjalankan ibadah puasa tersebut, sehingga  puasa terasa ringan dan tidak
   Sebaliknya.
 
2. Tanamkan Rasa Ikhlas didalam hati dengan kehadiran Ramadhan.
     Sebab hanya dengan ikhlas, maka ibadah puasa yang kita kerjakan nanti akan
     Menjadi sah dan dapat diterima oleh Allah Ta’ala.
     Ulama Tashawuf ada yang mengatakan “Ruhnya Amal adalah Ikhlas, Amal
     Tanpa ikhlas bagaikan Tubuh tanpa Nyawa”.
 
3. Belajar mempertebal Takwa.
    Hal ini disebabkan karena Salah satu tujuan berpuasa Ramadhan adalah suapa
    ya pelakunya menjadi orang yang bertakwa.
    Sebab hanya dengan bertakwalah maka seorang hamba akan dapat masuk
    Surga, sesuai dengan Firman Allah “AL-JANNATU LIL MUTTAQIN”  yang  
    Artinya “Surga itu adalah untuk orang orang yang bertakwa”.
    Maka dengan Rasa kasih sayangnya Baginda Nabi Muhammad S.a.w berpesan
    Kepada kita semua melalui sebdanya “ITTAQILLAHA HAITSUMA KUNTA”
    Artinya : “Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu beraada”.
    Sabda Nabi ini merupakan bentuk Kasih sayang seorang Nabi kapada umatnya
    Agar umatnya jangan sampai ada yang sengsara hidupnya nanti diakhirat.
   
Ketakwaan itu harus memeiliki 3 unsur, yaitu :
A.   Imtitsalu awamirillahi ‘azza wajalla, yakni melaksanakan segala perintah Allah baik yang dhahir maupun yang batin.
Perintah yang Dhahir misalnya “Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dan lain lain”.
Perintah Batin misalnya “Iman, Tawakal, Ihsan, Sabar, ikhlas, dan lain lain”.
B.    Ijtinabu Nawahihi, yakni menjauhi Segala laranganNya, baik yang dhahir
Maupun yang batin.
Larangan yang Dhahir misalnya, Zina, korupsi, Judi, bermusuhan dan lainya.
Larangan yang batin misalnya, Riya, dengki, Takabur, Ujub, dan lainya.
C.    Tetap bertakwa dimanapun berada, maksudnya baik ketika kita sedang ber
Sendirian maupun ketika sedang bersama orang banyak.
Orang bertakwa, ketika berbuat baik atau ketika meninggalkan keburukan, itu  bukanlah karena masalah dilihat oleh manusia, tapi karena dilihat Allah.


Kamis, 04 Maret 2021

                                                      CIRI ORANG BERTAKWA

A.Allah Ta’ala berfiman :

 

Alif Laam Miim.

الم

1

Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

2

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

3

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

4

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

5

 

B. Isi Kandungan Surat Al Baqarah 1-5

Berikut di bawah ini merupakan isi kandungan yang berasal dari Alquran dengan Terjemah dan Tafsir Singkat.

 Ayat 1:

Alif Lam Mim dikenal sebagai Al Muqaththa’at atau huruf-huruf yang dipakai dan dilisankan secara mandiri. Biasanya terdapat pada permulaan surah-surah yang jumlahnya tidak kurang dari 28 surah.

Singkatan Alif Lam Mim yang dicantumkan pada surah Al Baqarah dan permulaan surah lainnya memiliki arti “Aku Allah Yang Lebih Mengetahui.” Arti ini dikuatkan oleh Ibn’ Abbas dan Ibn Mas’ud, Alif meupakan singkatan dari Ana, sedangkan Lam singkatan dari Allah SWT, dan Mim singkatan dari a’lamu.

Menurut beberapa sumber lainnya, Alif singakat dari Allah SWT, Lam singkatan dari Jibril, dan Mim singkatan dari Muhammad.

Makna ini mengisyaratkanBahwa Alqur’an telah diturunkan  kepada Rasulullah oleh Allah dengan perantara malaikat Jibril.

 Ayat 2:

Ayat kedua mengartikan bahwa Alquran merupakan Kitab dari sisi  Allah yang tidak mungkin cacat dan  tidak ada sedikitpun keraguan di dalamnya. Ditujukan untuk orang-orang bertakwa agar dapat mendapatkan petunjuk dan ilmu yang bermanfaat. Sebab, Alquran adalah petunjuk bagi seluruh manusia. Sehingga bagi orang yang berakal sehat yang menelaahnya dengan pikiran yang tidak berat sebelah tanpa prasangka, maka akan mendapatkannya sebagai petunjuk yang pasti.

 Ayat 3:

Al ghaib merupakan sesuatu yang tersembunyi atau tidak Nampak oleh mata kepala. Misalnya “Pertanyaan kubur, Nikmat dan siksa kubur, yaumul ba’ts, Shirot, Surga, dll.

Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang memiliki iman dan yakin dengan hal ghaib, membenarkan perkara yang tidak dapat ditangkap panca indera dengan cara membuktikannya dengan ibadah dan melaksanakan perintah Sholat sebagai bentuk pengabdian pada Allah.

 Ayat 4:

Orang yang beriman dan bertakwa menyakini bahwa Alquran adalah penyempurna dari kitab-kitab Allah sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Shufu yang diturunkan pada para Rasul Allah.

Mereka juga menyakini bahwa adanya alam kehidupan pasca kematian dan membenarkan semua yang terjadi setelah kematian dengan menjaga hati, lisan, dan perbuatan selama di dunia.

 Ayat 5:

Yang dimaksud dengan Muflihun [ Orang yang beruntung ] disini adalah”Annajuna minannar wal faizuna biljannah” yakni selamat dari siksa api Neraka dan bahagia karena Masuk Surga.

Jadi Orang orang yang bertakwa yang memiliki sifat sifat diatas, kelak diakhirat akan menjadi orang yang bahagia  yaitu masuk Surganya Allah Ta’ala.

 

 

Selasa, 23 Februari 2021

 

BUAH TAKWA

A.Pengertian Taqwa

Taqwa adalah :

امتثال اوامرالله عز وجل واجتناب نواهيه سرا وعلانية

Artinya : "Menjalankan segala perintah Allah 'Azza wajalla serta menjauhi segala laranganNya, baik ketika bersendirian ataupun ketikan dalam keramaian".

 Taqwa tidak akan pernah sempurna sebelum seseorang melakukan dua hal, yakni Takhalli dan Tahalli.

Takhalli yaitu "meninggalkan segala perbuatan yang rendah (hina/ buruk)". Sedangkan Tahalli adalah "Menghiasi diri dengan segala sifat dan prilaku yang baik".

B. Dalil tentang perintah bertaqwa

Allah Ta'ala berfirman :

ياايهااللذين امنوااتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

Artinya : "Wahai Orang orang beriman bertakwalah kalian kepa Allah dengan sebenar benarnya Taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim".   [ Q.s. Ali Imran : 102 ] 

Abu Hurairah R.A telah berkata : Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam ditanya :

يارسول الله من اكرم الناس ؟

قال : اتقاهم

Artinya : Wahai Rasulallah, siapakah manusia yang paling Mulya ? Nabi menjawab : Mereka yang paling bertakwa. [ H.R. Muttafaqun 'alaih ] 

C. Beberapa Sebab Supaya dapat  Bertakwa :

1. Hendaklah seseorang senantiasa menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang lemah, sedangkan Allah adalah Dzat yg maha kuat dan maha Mulya; dan tentu tidaklah pantas jika yang lemah itu durhaka kepada yang kuat.

2. Hendaklah seseorang selalu mengingat ingat tentang kebaikan Allah yang telah dilimpahkan kepadanya, baik yang berupa kesehatan, keimanan, kecerdasan, harta benda, dan lain sebagainya.

3. Hendaklah seseorang selalu mengingat bahwa dirinya pasti akan mengalami kematian, dan dihadapannya hanya ada Surga dan Neraka.

 D. Buah Takwa

Takwa akan membuahkan dua kebahagiaan, yaitu "Kebahagiaan dunia" dan "Kebahagiaan Akhirat".

1.Kebahagiaan dunia misalnya “Mendapat ketinggian derajat, mendapat kebaikan dari sesama, mendapat rezeki yang cukup, dan lain sebagainya”.

2.Kebahagian Akhirat misalnya “Selamat dari adzab Neraka dan dimasukkan kedalam Surga”.

 

والله اعلم بالصواب

تيسير الخلاق و رياضالصالحين

 

By Mubarok ( PAIF Pesawaran ).